Pengertian Disziplin Dalam Belajar Forex




Pengertian Disziplin Dalam Belajar ForexPengertian Disiplin Kerja Makalah Menurut Para Ahli - Pengertian Disziplin dapat dikonotasikan sebagai suatu hukuman, meskipun arti yang sesungguhnya tidaklah demikian. Disziplin berasal dari bahas alatin 8220Disciplina8221 yang berarti latihan atau pendidikan kesopanan dan kerohanisch serta pengembangan tabiat. Jadi sifat disiplin berkaitan dengan pengembangan sikap yang layak terhadap pekerjaan. (IG Wursanto, Managemen Kepegawaian Kenisisus, Yogyakarta, 1989, hal 108..) Di dalam buku Wawasan Kerja Aparatur Negara disebutkan bahwa Yang dimaksud dengan pengertian disipln adalah: 8220Sikap mental Yang tercermin dalam perbuatan, tingkah laku perorangan, Kelompok atau masyarakat berupa kepatuhan atau Ketaatan Terhadap Peraturan-Peraturan Yang Ditetapkan Pemerintah atau Etik, Norma Serta Kaidah Yang Berlaku dalam masyarakat8221. (Wawasan Kerja Aparatur Negara, BP-7 Pusat, Jakarta, 1993, hal. 24) Sedangkan menurut Sutopo Yuwono di dalam bukunya Yang berjudul Dasar-Dasar Produksi, diungkapkan bahwa: 8220Disiplin adalah sikap kejiwaan seseorang atau Kelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau Mematuhi keputusan yang telah ditetapkan. (Nurlita Witarsa, Dasar-Dasar Produksi, Karunika, jakarta, 1988, Hal. 102) Selanjutnya Alfred R. Lateiner und I. S. Levine Telah memberikan definisi antara gelegen, disiplin merupakan Suatu kekuatan Yang selalu berkembang di Tubuh para Pekerja Yang membuat Mereka dapat mematuhi keputusan dan peraturan-peraturan Yang Telah ditetapkan. (I. S. Livine Teknik Memimpin Pegawai dan Pekerja. Terjemahan oleh Iral Soedjono, Cemerlang, Jakarta, 1980, hal 71) Di samping beberapa pengertian mengenai disiplin pegawai tersebut di atas, A. S. Moenir mengemukakan bahwa: 8220Disziplin adalah ketaatan yang sikapnya unpersonlich, tidak memakai perasan als tidak memakai perhitungan pamrih atau kepentingan pribadi. (AS Moenir, Pendekatan Manusia dan Organisasi Terhadap Pembinaan Kepegawaian, Gunung Agung, Jakarta, 1983, hal. 152.) Kaitannya dengan kedisiplinan, Astrid S. Susanto (Astrid S. Susanto, Komunikasi Dalam Teori dan Praktek, Bina Aksara, Jakarta, 1974 , Hal 305.) juga mengemukakan sesuai dengan keadaan von dalam setiap organisasi, maka disiplin dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu: Disiplin yang bersifat positif. Disziplin yang bersifat negatif. Merupakan tugas seorang pemimpin untuk mengusahakan terwujudnya suatu disiplin yang mempunyai sifat positiv, dengan demikian dapat menghindarkan adanya disiplin yang bersifat negatif. Disiplin positif merupakan Suatu hasil Pendidikan, kebiasaan atau Tradisi dimana seseorang dapat menyesuaikan dirinya dengan keadaan, adapun disiplin negatif sebagai unsur di dalam sikap patuh Yang disebabkan oleh adanya perasaan takut Akan hukuman. Adapun ukuran tingkat disiplin pegawai menurut I. S. Levine, (IS Levine, Op City, hal 72...) Adalah sebagai berikut: 8220Apabila pegawai datang dengan teratur dan tepat Waktu, apabila Mereka berpakaian serba baik dan tepat Pada pekerjaannya, apabila Mereka mempergunakan bahan-bahan dan perlengkapan dengan hati-hati apabila menghasilkan Anzahl der Beitrage dan cara kerja yang, ditentukan oleh Kantor atau Perusahaan, dan selesai pada waktunya.8221 Berdasarkan pada pengertian tersebut di atas, maka Tolak ukur pengertian kedisiplinan kerja pegawai adalah sebagai berikut: Kepatuhan terhadap Marmelade-Marmelade kerja. Kepatuhan terhadap instruksi dari atasan, serta pada peraturan und tata tertib yang berlaku. Berpakaian yang baik pada tempat kerja als menggunakan tanda pengenal instansi. Menggunakan dan memelihara bahan-bahan als alat-alat perlengkapan kantor dengan penuh hati-hati. Bekerja dengan mengikuti cara-cara bekerja Yang telah ditentukan. Selanjutnya untuk Lebih memperjelas arti dan Makna displin kerja, Alex S. Nitisemito (Alex S. Nitisemito, Menegemen Sumber Saya Manusia, Sasmito Bross, Jakarta, 1980, hal. 260.) antara gelegen mengemukakan, bahwa kedisiplinan Lebih dapat diartikan Suatu sikap atau perilaku Dan peruanischen yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau instansi yang bersangkutan baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Adapun menurut peraturan disiplin Pegawai Negeri Sipil sebagimana Telah dimuat di dalam Bab II Pasal (2) UU No.43 Jahr 1999, ada beberapa keharusan Yang Harus dilaksanakan yaitu: Mentaati segala peraturan perundang-Undangan dan peraturan kedinasan Yang berlaku, serta melaksanakan perintah-perintah Kedinasan yang diberikan oleh atasan yang berhak. Melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya serta memebrikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat sesuai dengan bidang tugasnya. Menggunakan als memelihara barang-barnag dinas dengan sebaik-baiknya. Bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat, sesama Pegawai Negeri Sipil dan atasannya. Dengan demichian, maka disiplin kerja merupakan praktek secara nyata dari para pegawai terhadap perangkat peraturan yang teradapat dalam suatu organisasi. Dalam hal ini disiplin tidak hanya dalam bentuk ketaatan saja melainkan juga tanggung Jawab Yang diberikan oleh Organisasi, berdasarkan Pada hal tersebut diharapkan efektifitas pegawai Akan meningkat dan bersikap serta bertingkah laku disiplin. Kedisiplinan pegawai dapat ditegakkan apabila peraturan-peraturan Yang Telah ditetapkan itu dapat diatasi oleh sebagian besar pegawainya dalam kenyataan, bahwa dalam Suatu instansi apabila sebagian besar pegawainya mentaati segala peraturan Yang Telah ditetapkan, maka disiplin pegawai sudah dapat ditegakkaan. Pengertian Disiplin Kerja Makalah Menurut Para AhliDalam Bahasa Indonesia pemimpin sering disebut Penghulu, pemuka, Pelopor, Pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, sebagainya dan. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hatil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama pimpin. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda. Pemimpin adalah suatu lakon / peran dalam sistem tertentu karenanya seseorang dalam peran formale belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan als belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan Pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan Tingkat pengaruh Yang dimiliki seseorang oleh Sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan pemimpin. Arti pemimpin adalah seorang Pribadi Yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan / kelebihan di satu bidang sehingga dia Mampu mempengaruhi orang-orang gelegen untuk bersama-Sama melakukan Aktivitas-Aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan als kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang. Sehingga dia mampu mempengaruhi orang lauge untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994. 181). Pemimpin jika Dialihbahasakan ke Bahasa Inggris menjadi LEADER, Yang Mempunyai Tugas untuk mich-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna FUHREN adalah: o Loyalitat, seorang Pemimpin harus mampu Membrankanik loyalitas rekan kerjanya dan memberikan loyalitasnya dalam kebaikan. O Erziehen, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan tacit Wissen pada rekan-rekannya. O Beratung, die Mitgliedschaft saran dan nasehat dari permasalahan yang ada o Disziplin, Mitgliedschaft keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya. Tugas Pemimpin Menurut James A. F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah: 1. Pemimpin bekerja dengan orang lain. Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi. 2. Pemimpin adalah tanggung Jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas): seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai Ergebnis Yang Terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan. 3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas. Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam aufwarts pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas - tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin husse dapat mengatur waktu sekara efektif, dan menyelesaikan masalah secara efektif. 4. Pemimpin harus berpikir secara analitis als konseptual. Sehorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis als konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat mengurikanische seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. 5. Manajer Adalah zwingt Vermittler. Konflik wellenformig pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang Vermittler (penengah). 6. Pemimpin adalah politisi dan Diplomaten: Seorang Pemimpin Harus mampu mengajak als melakukan kompromi. Sebagai Seorang Diplomaten, Seemann Pemimpin Harus Dapat Mewakili Tim atau organisasinya. 7. Pemimpin membuat keputusan Yang Sulit. Sehorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah. Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah: 1. Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi. 2. Fungsi Peran informellen sebagai Monitor, penyebar informasi dan juru bicara. 3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator. Kriterium Seorang Pemimpin Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria, yaitu: 1. Pengaruh. Seorang pemimpin adalah seurang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membran orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Fuhrung ist Einfluss (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mutter Teresa dan Dame Diana adalah contoh kriteria sechang pemimpin yang punya pengaruh. 2. Kekuasaan / Macht. Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan / Macht Yang Membran orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan / kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lanieren akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis gegenseitig, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan. 3. Wewenang. Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal / kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut Mampu melaksanakan tugas dan tanggung Jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa Perlu campur tangan Dari sang pemimpin. 4. Pengikut. Seorang pemimpin Yang memiliki pengaruh, kekuasaaan / Leistung, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut Yang berada di belakangnya Yang memberi dan mengikuti Sprachwerkzeuge apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan als tidak dapat berdiri sendiri. Pemimpin Sejati Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu: 1. Sichtbarmachung: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan Membrana para pengikutnya. Tujuan Hidup Reisefuhrer zuletzt geandert von google-translate diesen Text bearbeiten Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi als arah yang jelas, kemungkinan berhasil / sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan. 2. Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari Sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta Malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-Sama dirinya meraih kesuksesan bersama. 3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachbare und kontinuierliche Lernen): Banyak hal Yang Harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau Terus uberleben sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan als belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu als bacaan / bahan yang positif juga bergul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Geschicklichkeit kepemimpinan akan meningkat. 4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masan depan: Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati als melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Nam........................................................ Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat Krankheit Seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia ia ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya. Persyaratan Pemimpin Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat: 1. S1DDIQ artinya jujur, Benar, berintegritas tinggi dan terjaga Dari kesalahan 2. FATHONAH artinya jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professionelle 3. Amanah artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel 4. tabligh Artinya senantiasa menyammpaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif. Di dalam Alkitab peminipin Harus mempunya sifat dasar: Bertanggung Jawab, Berorientasi Pada sasaran, Tegas, Cakap, Bertumbuh, Memberi Teladan, Dapat membangkitkan semangat, Jujur, Setia, Murah hati, Rendah hati, Efisien, Memperhatikan, Mampu berkomunikasi, Dapat mempersatukan, serta Dapat mengajak. Pada AJARAN Budha di kenal dengan DASA RAJA DHAMMA Yang terdiri Dari: 8226 DHANA (suka menolong, tidak kikir dan ramah tamah), 8226 SILA (bermoralitas tinggi), 8226 PARICAGA Imengorban segala sesuatu demi rakyat), 8226 AJJAVA (jujur ??dan bersih), 8226 MADDAVA (ramah tamah dan sopan santun), 8226 TAPA (Sederhana dalam penghidupan), 8226 AKKHODA (bebas Dari kebencian dan permusuhan), 8226 AVIHIMSA (tanpa kekerasan) 8226 Khanti (Sabar, rendah hati, dan pemaaf), 8226 AVIRODHA (tidak Menentang dan tidak menghalang-halangi). Pada AJARAN Hindu, falsafah kepemimpinan dijelaskan dengan istilah-istilah: 8226 PANCA Stiti DHARMENG PRABHU Yang artinya lima AJARAN seorang pemimpin, 8226 CATUR KOTAMANING NREPATI Yang artinya empat sifat utama seorang pemimpin 8226 ASTA BRATlA Yang artinya Delapan sifat Mulia para dewa, CATUR NAYA sandhi Yang artinya empat tindakan seorang pemimpin, Dalam Catur Naya Shandi pemimpin Harus mempunyai sifat yaitu: - SAMA / dapat menandingi kekuatan musuh - Bheda / dapat melaksanakan tata tertib dan disiplin kerja - DHANA / dapat mengutamakan Sandang dan papan untuk rakyat - DANDHA / dapat menghukum dengan adil Mereka yang bersalah. Trait Theory (Keith Davis) Ciri Utama Pemimpin Yang Berhasil 8226 Intelegensia 8226 Kematangan Sosial 8226 innere Motivation 8226 menschliche Beziehung Haltung Ciri-Ciri Pemimpin Sukses (Stogdill 1974) 8226 Adaptable auf Situationen 8226 Alarm fur die soziale Umwelt 8226 ehrgeiziger und leistungsorientierte 8226 drangend 8226 Cooperative 8226 Entscheidend 8226 Zuverlassig 8226 Dominant (Wunsch, andere zu beeinflussen) 8226 Energetic (Hohe Aktivitatslevel) 8226 Persistent. Selbstbewusst 8226 Tolerant von Stress 8226 Bereit, Assujne Verantwortung Skills Pemimpin Sukses (Stogdill 1974). Klug . Konzeptionell Skilled 8226 Kreative 8226 diplomatische und Tactful 8226 flie?end in Wort 8226 Wissen uber Gruppenaufgabe 8226 Organized (Administrative Ability) 8226 Persuasive 8226 Gesellschaftlich Skilled Pengertian Kepemimpinan Dalam Suatu Organisasi kepemimpinan merupakan faktor Yang sangat Penting dalam menentukan pencapaian tujuan Yang Telah ditetapkan oleh Organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983: 123). Sedangkan menurut Robbins (2002: 163) Kepemimpian Adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991: 26) Kepemimpinan adalah sekumpulan Dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan Yang dipimpinnya Agar Mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas Yang dibebankan kepadanya dengan rela, Penuh semangat , Ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa. Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur Pokok antara gelegen: 1) kepemimpinan melibatkan orang gelegen dan adanya situasi Kelompok atau Organisasi Tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi, 2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan 3) adanya tujuan bersama Yang harus dicapai. Dari uralische diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan: 1. Menurut John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau Kelompok untuk mencapai Suatu tujuan Yang dikehendaki (H. Abu Ahmadi, 1999: 124-125) 2. Kepemimpinan adalah pengaruh antar Pribadi, dalam situasi (Tannebaum, Weschler und Nassarik, 1961, 24). 3. Kepemimpinan adalah Suatu proses Yang memberi arti (Penuh arti Kepemimpinan) Pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs amp Jacques, 1990, 281) 4. Kepemimpinan merupakan Suatu kemampuan, proses, atau fungsi Pada umumnya untuk mempengaruhi orang - orange agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. (Slamet, 2002: 29) 5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, Yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Gemeinsames Ziel, Hemhiel amp Coons, 1957, 7) 6. Kepemimpinan adalah Suatu Proses Yang mempengaruhi aktifitas Kelompok Yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar Pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses Komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler Und Nassarik, 1961, 29) 7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983: 123). 8. Kepemimpinan adalah sekumpulan Dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan Yang dipimpinnya Agar Mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas Yang dibebankan kepadanya dengan rela, Penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta Merasa tidak terpaksa. (Ngalim Purwanto, 1991: 26) Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu Pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial Yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak Yang memimpin dengan pihak Yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, cara mempengafuhi baik dengan, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya Terbatas Pada kemampuannya dalam melaksanakan Programm-Programm saja, tetapi Lebih Dari itu yaitu pemimpin Harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk Ikut berperan aktif sehingga Mereka Mampu memberikan kontribusi Yang Posetif dalam usaha mencapai tujuan. Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan: 1. Pendayagunaan Pengaruh 2. Hubungan Antar Manusien 3. Proses Komunikasi dan 4. Pencapaian Suatu Tujuan. Unsur-Unsur Mendasar Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah: 1. Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok / bawahan). 2. Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok. 3. Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Prinsip-Prinsip Dasar Kepemimpinan Karakteristik Sehorang Pemimpin Didasarkan Kepada Prinsip-Prinsip (Stephen R. Coney) Sebastian Berikut: 1. Seorang yang belajar seumur hidup. Tidak hanya melalui pendidikan formlich, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai Pengalaman Yang Bai Maupun Yang Buruk Sebagai Sumber Belajar. 2. Berorientasi pada pelayanan. Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam Mitglied pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik. 3. Membawa energi yang positif. Setzen Sie orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positiv didasarkan pada keikhlasan als keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Sehorang pemimpin Schinken dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena esu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, seperti ein. Percaya pada orang gelegen. Sehorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehemenga mereka mempunyai motivasi als mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian. B. Keseimbangan dalam kehidupan. Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya. Berarientasi kepada prinsip kemanusiaan als keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunien dan akherat. C. Melihat kehidupan sebagai tantangan. Kata tantangan sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan. D. Sinergi. Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dans satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi ada kaha kelaya kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha kaha ka ka ka ka ka Menurut Das Neue Brolier Webster Internationales Worterbuch, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasle lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja. D. h. Latihan mengembangkan diri sendiri. Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendeniri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri Dari beberapa komponen Yang berhubungan dengan: 1) pemahaman Materi 2) memperluas Materi melalui belajar dan pengalaman 3) mengajar Materi kepada orang gelegen 4) mengaplikasikan prinsip-prinsip 5) memonitoring hasil 6) merefleksikan kepada hasil 7) menambahkan pengetahuan Baru yang diperlukan materi 8) pemahaman baru dan 9) kembali menjadi diri sendiri lagi. Referensi: Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga. Thoha, Miftah. 1988. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers. Servant Menschenfuhrung atau Kepemimpinan Hamba oleh Meme Mery, SE, Trainer di PT PHILLIPS, Inc JKT. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju kepada orang yang selalu Hadir tepat Waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma Yang berlaku, dan sejenisnya . Sebaliknya, sebutan orang yang Kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang Kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan berlaku, baik Yang bersumber Dari masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan Yang ditetapkan oleh Suatu Lembaga tertentu (organisasional-formal). Prijodarminto (1994) dalam Tu8217u (2004: 31) disiplin adalah Suatu kondisi Yang tercipta dan berbentuk melalui proses Dari serangkaian perilaku Yang menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan keterikatan. Menurut Maman Rachman (1999) dalam Tu8217u (2004: 32) menyatakan disiplin sebagai upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran Yang Muncul Dari dalam hatinya. Gordon (1996: 3-4) membedakan kata disiplin dengan mendisiplin. Disziplin biasanya diartikan sebagai perilaku dan tata tertib yang sesuai dengan peraturan dan ketetapan, atau perilaku yang diperoleh dari pelatihan, seperti disiplin dalam kelas atau disiplin dalam tim bola korb yang baik. Sedangkan kata mendisiplin didefinisikan sebagai menciptakan keadaan tertib dan patuh dengan pelatihan dan pengawasan als menghukum atau mengenakan denda, membetulkan, menghukum demi kebiasaan. Esensi disiplin siswa di Indonesien harus dikembalikan sebagai sebuah tanggung jawab yang dieman siswa terhadap tugas yang harus diselesaikan, dan harus dijauhkan dari segala bentuk kekerasan fisik. Hukuman fisik tidak menjadi masalah jika erinnerung tujuannya melatih kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap tugas. Ini berbeda dengan tindak kekerasan dengan dalih mendidik tetapi merugikan fisik siswa. Gambaran Guru Yang menerapkan disiplin tinggi dan salah kaprah di sekoah Pada umumnya sudah Identik dengan penggaris panjang sebagai alat pukul, memelintir Telinga Siswa, menghukum Siswa untuk berdiri dengan satu Kaki. Bild yang sudah keropos ini terus berlangsung sejak lama dan sampai sekarangpun masih terus terjadi di sekolah-sekolah daerah bahkan juga di sekolah yang terletak di perkotaan. Ini merupakan sebuah sinyal dimana Pendidikan 10 tahun kedepan Akan Semakin Suram bila mendapati para pendidiknya Lebih mengedepankan Pendidikan kekerasan untuk membentuk Pribadi Siswa Yang disiplin. Memperhatikanischer Pendapat Reisman dan Payne dalam Mulyasa (2004: 21) dapat dikemukakan Sembilan strategi untuk mendisiplinkan peserta didik, sebagai berikut. Konsep diri atau Selbstkonzept, strategi ini menekankan bahwa konsep diri masing-masing individu merupakan faktor penting dari setiap perilaku. Untuk menumbuhkan konsep Diri, guru disarankan bersikap empatik, menerima, Hangat, dan terbuka, sehingga peserta Didik dapat mengeksporasikan pikiran dan perasaannya dalam memecahkan masalah. Keterampilan berkomunikasi atau Kommunikationsfahigkeit, Guru Harus memiiki keterampilan DAAM berkomunikasi Yang efektif Agar Mampu menerima semua perasaan, dan mendorong timbulnya kepatuhan peserta Didik. Konsekuensi logis dan alami atau naturliche und logische Konsequenz, Perilaku yang salah terjadi karena peserta didik telah mengembangkan kepercayaan yang salah terhadap dirinya. Untuk itu Guru disarankan menunjukkan Secara tepat tujuan perilaku Yang salah, sehingga membantu peserta Didik DAAM mengatasi perilakunya, dan memanfaatkan akibat-akibat logis dan alami Dari perilaku Yang Salah. Klarifikasi nilai atau Werte Klarung, strategi ini dilakukan untuk membantu peserta didik dalam menjawab pertanyaannya sendiri tentang nilai-nilai dan membentuk system nilainya sendiri. Analisis transaksional atau transaktionsanalyse, disarankan agar guru belajara sebagai orang dewasa, terutama apabila berhadapan danischer peserta didik yang menghadapi masalah. Terapi realistis atau Wirklichkeitstherapie, sekolah harus berupaya mengurangi kegagalan dan meningkatkan keterlibatan. Dalam hal ini guru harus Berserker positiv dan bertanggung jawab. Diszipin yang terintegrasi atau durchsetzungsfahige Disziplin, metode ini menekankan pengendalian penuh oleh guru untuk mengembangkan dan mempertahankan peraturan. Prinsip-prinsip modifikasi perilaku yang sistematik diimplementasikan di kelas, termasuk pemanfaatan papan tulis untuk menuliskan nama-nama peserta didik yang berperilaku menyimpang. Modifikasi perilaku atau Verhaltensanderung, perilaku salah yang disebabkan oleh lingkungan, sebagai tindakan remidiasi. Sehubungan dengan ha tersebut, dalam pembelajaran perlu diciptakan lingkungan yang kondusif. Tantangan bagi disiplin atau wagen zu disziplinieren, guru diharapkan cekatan, sangat terorganisasi, dan dalam pengendalian yang tegas. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa peserta Didik Akan menghadapi berbagai keterbatasan Pada hari-hari pertama di sekolah, dan Guru Perlu membiarkan Mereka mengetahui Siapa Yang berada dalam posisi sebagai pemimpin seorang Siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak Akan Lepas Dari berbagai peraturan dan tata tertib Yang diberlakukan Di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya es biasa disebut disiplin siswa. Untuk mendisiplinkan peserta didik dengan sembilan strategi tersebut, harus mempertimbangkan berbagai situasi, dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya. Menurut Mulyasa (2004: 24), disarankan kepada guru untuk melakukan halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halb halbschuppentier Mempelajari nama-nama peseta didik secara Sprachen, misalnya melalui daftar hadir dikelas. Auf die Vergleichsliste pembelajaran dan lingkungan peserta didik. Mitglied tugas yang jelas, dapat dipahami, sederahana, dan tidak bertele-tele. Menyiapkan kegiatan sehari-hari agar apa yang diakukan dalam pembelajaran sesuai dengan apa yang direncanakan, sehingga tidak terjadi penyimpangan. Bergairah dan semangat dalam pembelajaran, dijadikan teladan peserta didik. Berbuat sesuatu yang berbeda dan bervariasi, tidak monoton, sehingga membantu disiplin als gairah belajar peserta didik. Menschenuaikan argumentasi dengan kemampuan peserta didik, jangan memaksa peserta didik sesuai pemahaman guru, atau mengukur peserta didik dari kemampuan gurunya. Membuat peraturan yang jelas dan tegas agar bisa diaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh peserta didik dan lingkungannya.